
Kurangkai kata dalam gelapku semalam,
Masih tentang cinta semu,
Saat segala yang terabaikan terasa indah ku nikmati sendiri…
Sepercik cahaya ku simpan di hati,
Meski itu hanya cahayaku sendiri,
Tak perlu peduli bila hanya sebentar membesuk hati,
Lalu berpaling selamanya.
Aku pun hati wanita yang tak biasanya,
Menangisimu dalam ketidaksadaran semu,
Lalu aku mulai mengerti,
Segalanya terabaikan dan tidak nyata,,
Aku pun diam, tak berani bicara
Pada apapun yang sedang aku ceritakan.
15022011 teteh _sahabat hati
Selengkapnya...

Aku ingin menggambarkanmu lewat syairku,
ingin merekammu lewat setiap petikan gitarku,
lewat suaraku dan pada setiap lagu-lagu indahku,
yang bisa aku nyanyikan...
Aku ingin bercerita tentangmu,
lewat setiap lirik-lirik yang baru,
agar kau tak pernah lekang dalam setiap nada-nadaku,
dan di setiap helai bait-bait puisi, dairy hati
Bilapun kau harus pergi,,,
aku akan tetap bernyanyi disini,
dari syair sederhana dan lagu indah yang ku karang sendiri.
tapi kasih,,,
lewat setiap petikan gitar itu aku percaya,
kelak kau akan bisa melihat senyum hatiku dan bernyanyi bersamaku lagi..
kembali menggambarkanmu lewat syairku,
merekammulewat suaraku dan pada setiap lagu-lagu indahku,
yang bisa aku nyanyikan...
10012011 (sahabat hati_ teteh)
Selengkapnya...
Bilapun Edelweis mampu mengabadikan
secuil harapan yang mulai senja,
ku hanya ingin sampai bisa menatap pagi lagi
Tapi telah terlanjur gugur sebelum menjadi lebih mekar,
dalam gusar perasaan yang tak terkira jauhnya dalam dada.
hanya mampu mengingatmu dalam do'a
dan potret samar malam ini
Teramat dalam arti kata-kata,
sampai mataku kembali bersastra,
tentang air mata yang tak terduga.
Kasih,,,
Jauh sudah cinta terlantar tanpa bisa dimaklumi,
masih tentang kesetiaan lalu.
harusnya kita sudah bosan bercerita tentang kisah ganjal,
harusnya kita sudah bisa membuat roman yang tak ternilai indahnya.
tapi kasih,,,
Edelweis telah layu dalam abadinya,
tanpa menunggu kita.
(Tentang cinta yang tertunda)
tengah malam 09122010
>> Teteh In Love
Selengkapnya...

Tuhan,
salahkah tentang sebuah do'a...??
saat aku tak ingin belenggu buram menjadi raja,
menguasai hati dan selalu seperti tak berdaya....
Bila pun hanya sebagai kepura-puraan saja, Tuhan,,
izinkanku memerankan lakon ini sempurna,
agar tak sampai pada curiga mereka,,,
Andai tak sampai cinta, Tuhan...
ku ingin kau selalu tanamkan kerinduan dihatinya,,,
agar kita tak merasa lagi kehilangan,
agar kita bisa saling memiliki dengan rasa yang oleh-Mu.
Jika tak sampai lama, Tuhan,,
izinkanku bersamanya dalam cerita
yang telah kita karang sendiri,
dari bait-bait yg rapi dan selalu kita indahkan.
dan kalaupun tak sampai bersatu, Tuhan,,,
izinkan bahagia ini selalu ada dihati,
agar kita bisa mengenang yang pernah indah,
tanpa ataupun ada cinta.
tapi Tuhan,,,
Andaikan Kau pilihkan jalan aku dan dia bersama selamanya,
aku akan sangat bahagia...
karena cerita ini tak terakhiri,
karena ada ataupun tidak,
bisa ataupun hanya sebatas mampuku,
aku percaya Cinta-Mu itu ada.
Cinta-Mu bisa ku raih dan ku simpan dalam hati,,,,
04122010 (Tak ada yang tak punya cinta)
Selengkapnya...

Kusaksikan yang indah,
saat sehari kita bersatu,
dalam dekapan jiwa lain, seperti itu..
ketika bersama hanyalah kefanaan
karena dia bersama pesonamu.
Kusimpan air suci dari bahagiamu,
ku bawakan kau sekuntum harapan
agar bisa bertunas, kemudian tumbuh dan mekar semestinya,
meski aku yang harus menggenggam tangkai
dengan seribu duri itu.
Mereka menyebutnya sebuah taman indah,
aku percaya,
sekalipun seperti ada di taman lain,
gersang, tak ada hijau, kuning, merah, cahaya.
Sampai sore saat itu bersamamu,
menyaksikan bunga-bunga bermekaran,
terbias senja manja,
Ku paksa,,,
2811010_
Selengkapnya...

Aku ingin lepaskan air mata di pangkuan-Mu ya Malik,,,
ingin ku adukan segala resah ini ya Rahim,,,
ingin ku lepaskan penat ini,,,
Bila mampu, bila bisa,,,
jika itu tak jadi yang terakhir.
dan andai ketakutanku tak berujung, Tuhan,,,
resahku tak kenal hari,,
aku ingin menangis di hadapmu ya Ghaffar.
Aku ingin kau menjamahku,
lepaskan aku dari rasa yang seperti ini.
Tuhanku yang Maha cinta,,,
Lihatlah aku Tuhan dalam ketidak berdayaanku,
dari air mata yang sayu,, aku ingin tak merasa seperti ini,,,,
22 November 2010
Selengkapnya...

Ku buat air mata lagi,,,,
jatuh, sakit tapi ku mampu berdiri lagi,,,
karena dia masih disampingku,
dia tak terlarut lama karena mangerti,,,
maaf tentang hati,
Q juga sakit karenanya kasih.
tapi ku cukup mengerti tentangmu,,,, ada bersamaku
20 mei 2010
Selengkapnya...

Saat hati telah sampai pada tiara suci,
segurat rasa mereka tak melihatx sebagai sebuah keindahan.
langkah maju tapi tak smpai pada kemampuan diterima.
Aku tau akan lebur hati ini.
bersamamu yang terlanjur bersenandung dhati..
dengan cinta yangg telah terukir..
harus ada yang berani berpaling.
03 Mei 2010
Selengkapnya...

Aku kenal baikmu, ramahmu, tulusmu,,
aku mengerti sisi kamu sekalipun hanya sedikit,
karena kau selalu mengajakku tersenyum,
bukan dalam kepura-puraan.
kerap kali seriusku terbungkus ketidak beranian,
bila itu harus kehilanganmu,,
bisa asa bisa selurus halusinasi tak akan seperti ini jadinya,,
tapi seperti terhalang sekat yang tebal,
sekalipun kita bersanding.
Seperti sepasang kekasih, saat aku bersamamu.
19 November 2010
Selengkapnya...

Dan rasanya seperti kehilangan separuh jiwa...
seperti hilang pandangan nyata...
seperti benar-benar sendiri dalam kekosongan hati
Argghh.....
aku mencoba berteriaksekuat suaraku,
hanya aku yang pilu sendiri.
Argghh.....
ku coba lagi berontaak melawan rasa yang lugu,
dan cuma aku lagi yang merasa pilu.
kenapa seperti ini....???
seperti aku rindu mata air saat ini,
Mengapa cinta tak terakhiri....???
Selengkapnya...
Sampai malam katanya masih terpaksa.
Setelah ada ikrar,
Setelah ada kejujuran yang pahit,
Setelah hancur dan terbuang.
Perempuan itu tahu batas, hanya tak terlalu kenal siapa dia.
Mengikuti bahasa merayu, kami tetap ingatkan.
Perempuan itu saling berteriak menuntut keadilan,
Saling menjatuhkan, menyakiti.
Setelah ada ikrar,
Setelah terbuang dan hancur,
Perempuan itu sadar, dia bermain dengan janji dengan kepercayaan.
Perempuan itu kembali menangis dibalik kepulan asap keegoisan yang rapuh.
Perempuan itu tak bersalah, dia tak kenal siapa dia….
20122009 “dari hati mereka”
Perempuan sisi aku, hatinya beku nan lama
Terkadang lembut, meski lembutnya semakin terlihat kasar.
Perempuan ini, butuh perhatian yang sadar, jika mampu
Perempuan ini merangkai tangisnya dalam kata-kata,
Perempuan ini punya satu sisi lain.
Perempuan sisi aku mengamati dan berontak,
Perempuan sisi aku tahu….
20122009
Tak ada yang tahu waktu,
Tak ada yang bisa merekam detil perasaan.
Traumanya indah katanya, sampai tak katakana tidak.
“Perempuan cinta setelah hilang”,
Perhatiannya awas dan tajam meski terpaksa.
Perempuan itu jatuh pada rasa kehilangan,
Cintanya ada setelah hilang, setelah luntur, setelah tak terawatt.
Perempuan itu bersedih menutup kedua matanya,
Melihat mata hatinya yang setengah remuk.
“Terpaksa” karena antara tidak katakana tidak,
Perempuan lutuh dan menunduk.
“Perempuan cinta setelah hilang”
Tak sanggup, kerena sulit membuka hati.
Perempuan itu baik sebenarnya, hanya terlalu tergesa-gesa.
20122009.”R”

Bukan tanpa alasan, bukan tanpa pertimbangan,
Pertemanan harus segera di tamatkan, harus diakhiri,
Bersamamu yang aku pernah kenal.
Semua sudah terlanjur,
Orang tidak akan mencium bau asap jika tidak ada yang menyalakan api,
Aku tak bisa menutupi lagi,
Tak bisa bila harus lebih akrab seperti kemarin,
Mengapa?
Aku juga manusia, tapi aku juga tak mau terbakar
Sedang aku sendiri tahu, kau akan menyalakan api itu disampingku.
Sahabatku bertanya, menyadarkanku,
Mereka menyesalkan satu hal “kenapa harus aku dan kamu”
Mengapa ada dibelakang, sampai akhirnya seperti ini,
Yang harus diberi pertanyaan,
yang harus dimintai kebenaran.
Satu sudut sepi,
memandangku seperti orang asing yang dibiarkan terlantar,
satu sudut ramai,
memandangku seperti orang asing yang onar dan liar
satu sudut yang lain,
memandangki seperti mengharap, sebuah tempat itu masih ada.
Sekali lagi bukan tanpa alasan,
Pertemanan ini memang belum sampai pada finis,
Hanya untuk beberapa saat saja, sapai kutemukan dirimu lagi
Yang lebih menghargai aku sebagai seorang sahabat terlebih.
Tuesday, November 4 2009
Selengkapnya...
Satu perdua kata, tersekat dinding itu
Tak pernah mengerti lelahku, karena katamu ikhlas.
Tanpa dia yang ku kenali, kutemukan candamu melampaui satu perdua kata yang wajar.
Dia, hak anak kecil itu
Bukan kamu,
Jangan percaya,,!!! Teriakku menghentikan separuh nafas tua,
sampah hanya jadikan budi sampai tua,
yang lain hanya memandangiku, menganggapku seperti tak waras.
Darimu, ku tahu ada cinta,
Darimu, ku mengerti satu perdua hati,
Tanpa kau bicarapun aku mengerti,
Aku tak tuli,,, !!! kembali kataku menguak sastra,
Pertanggungan nanti, adakah kau pikirkan?
Jika benar dia ikhlas tak mengapa,
Tapi kentara, menusuk hatiku sampai tak berani lagi memandangmu,
Satu perdua kataku terbata,
Tak pernah disadari,
Tak pernah
Selengkapnya...
Mengetahuimu tak pernah kompromi,
jangan dipercaya yang baru dikenai meskipun cantik,
Mereka hanya peduli,
sampah,,,,!!!
Aku tak pernah kenal siapa, hanya sebatas tahu sahabatku,
Aku tak pernah mau akrab denganmu, karena itulah,
Tangisanya, meski tahu dia tak bermaksud membohongi
Tapi lihatlah,,,
Aku juga tak mau diperlakukan seperti itu,
Karena aku tak melakukan apapun,
Selama ini aku tak berulah, hargain aku kawan!
Mengertilah bahasaku pada lingkungan,
Kau buat mereka bingung, tapi kau cuek
Tak perduli, padahal mereka mencarimu!!!
Mengertilah tentang seorang wanita,
Jangan terbuka,
Jangan tertutup,
Jangan biarkan dia menangis karena kau pergi.
21/10/2009, 21:10
Selengkapnya...
Bila sakitku tak lagi tertahankan, aku pasti menulis
Andai itu yang terkenang nanti…
Sepucuk kata tanpa pita yang membuatnya tampak cantik,
Dan bila harapan bersamamu hanya bias tergapai dalam mimpi
Ku syukuri, karena kau pernah izinkan aku milikinya.
Hadirmu bersatu dengan pondasi nan rapuh,
Menyokongku seperti tak ingin jatuh, bagiku
Entah apa yang kau pikirkan selain itu,
Sesungguhnya kamu pun tak mengerti kenapa aku selalu menulis.
Rahasia, tak pernah aku menganggapnya sebuah misi yang penting
Aku terlalu ramah dengan hari, dengan waktu
Tapi itu membuatku special,
Akupun sebenarnya peduli.
Dan bila sakitku mulai terasa,
Aku pasti menulis, tentang hari ini dan tentang yang pernah terjadi.
Menjadi satu kalimat samar dan runtut,
Dan aku sadar telah menulisnya.
21/10/2009, 19:41
Selengkapnya...
Kemarin kemana saja kamu?
Hadir sebentar seperti mengantarkan aku pada sebuah jurang yang dalam.
Aku juga tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi,
Saat ini aku benar-benar bias merasakan betapa akan sakit melihatmu pergi.
Aku butuh kamu yang nyata, hadir bersamaku sekarang,
Aku tak menutup diri darimu,
Aku seorang wanita yang punya alasan,
Aku seorang hati yang terlanjur jatuh cinta,
Aku sebuah perasaan yang bias berfikir apapun tentangmu, tentang yang tidak kau tahu, tentang yang tidak kau hiraukan,
Aku sebuah harapan yang bias bangkit dari bahasamu yang menjelma kekuatan,
Aku takut kamu tidak sejalan dengan bahasa itu,
Aku benar-benar takut bila harus kehilangan sekarang.
Malam ini hatiku sepi berfikir tentangmu,
Hatiku menangis menanti balasanmu,
Tulang-tulangku seperti tak sepihak karena hanya pikirkanmu,
Dan egois mengasah hati menjadi tajam dan berani, katakU.
20.22, tempatku sunyi,
berharap dating cahaya yang mengajakkau
06:20, 19/10/2009
Selengkapnya...
Tanpa bahasa mataku mempelajari kebersamaanmu,
Sedetik, setangkai tunas harapan agar kau tahu
sungguhpun bunga itu akan mekar Nan layu juga.
Bersaing mendapatkan tambatan di pucuk jiwamu agar mengerti aku,
Agar mengerti rasa seorang wanita
Yang membuat keringat seperti kristalisasi dingin dan cair
saat mataku bertemu.
Mereka tertawa, berseru seperti sebuah dukungan nan tampak malu-malu,
Tak peduli lagi kristalisasi mengalir rata, bahkan disebagian telapak tangan,
Sampai aku tertunduk.
12:45, 21 Oktober 2009
Selengkapnya...
Berasa dah lama banged gak maen di Blogspot, jadi kangen ma sahabat-sahabat neyy. waktu pertama kali buka blog, ehh dah banyak yang berkunjungan.Huft jadi sedih banged cz gak pernah kasi kunjungan balik. Akhirnya hari neh dipuas-puasin tuk berkunjung.
Dibulan yang suci ini Tete mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa ya Shobat, semoga amal ibadah kita senantiasa diterima disisinya amien. Dan semoga Di bulan Ramadhan ini kita selalu dalam lindungannya dan Tete juga minta maaf buat sahabat-sahabat semua kalau selama ini Tete punya salah baik yang disengaja ataupun gak sengaja.
Selengkapnya...






