Teteh Titiem Si May



Berasa dah lama banged gak maen di Blogspot, jadi kangen ma sahabat-sahabat neyy. waktu pertama kali buka blog, ehh dah banyak yang berkunjungan.Huft jadi sedih banged cz gak pernah kasi kunjungan balik. Akhirnya hari neh dipuas-puasin tuk berkunjung.
Dibulan yang suci ini Tete mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa ya Shobat, semoga amal ibadah kita senantiasa diterima disisinya amien. Dan semoga Di bulan Ramadhan ini kita selalu dalam lindungannya dan Tete juga minta maaf buat sahabat-sahabat semua kalau selama ini Tete punya salah baik yang disengaja ataupun gak sengaja.
Selengkapnya...

Label: , 2 komentar | | edit post
Teteh Titiem Si May



Dipucuk kegamangan itu kudapati kenangan,
Gelap dan keras, tak terkira dia permata.
Permata hitam menjelma kupu-kupu,
Berlari mengitari tepian hati,
Berputar-putar diantara pusaran kelembutan,
Sangat lembut dan lambat.

Hanya seperempat waktu saja,
Selebihnya terpotong malu yang tiba-tiba hadir dan menguatkan.
Tak ada yang pernah tahu tentang itu,
Indah meski tak bercayaha, tapi dia tetaplah permata.
Selengkapnya...

Teteh Titiem Si May



Tertarik dengan deru angin, menyisir tepian gelap yang menenggelamkan.
Lorong-lorong panjang terhias,
Menyatu karena sudah terlanjur gelap.
Sepotong cahaya tampak samar, menjelma fajar.
Aku tertegun tanpa berucap,
Aku beralih pandang, kutangkap senyum yang kambang,
Kuncup ditepian realita yang merindukan.

Tertarik dengan bening, suara mesin bercampur lagu merdu,
Mengantarkan pada tempat tua serta usang,
Tampak sebuah garis berdiri lurus menyerupa menara,
“Aku baru melihatnya, ayo kita kesana”
Kali ini aku berbicara,
Tanpa dapat ekspresi itu,
Aku telah berada disana, samar seperti lukisan.
Selengkapnya...

Teteh Titiem Si May

Kekasih …

Malam ini, menyapaku, menggodaku

Aku berhayal kau ada bersamaku, ternyata ada (potretmu meski hanya buram senja)

Aku tersenyum malu-malu menanti detik-detik itu

Sebelum seru suara mengantarkan pada kehidupan yang jauh,

ternyata kamu masih ada.

Kekasih…

Fitrah kecil itu mengingatkan aku,

Hingga ku hentikan laguku yang hampir sampai pada lirik kedua

Suaranya lembut, mendetakkan.

Aku menundukkan kepalaku, menutupi sebagian wajah dengan rambutku

Senyum itu damai, dibalik tirai putih yang membalut disekujur tubuhnya.

Kekasih …

Kemarin kita beradu kata, bercerita, berlempar sastra

Kita tertawa bersama sampai terbawa dimimpi,

Tapi aku tak bercerita kepadamu,

Karena aku tak pandai merangkai kata yang sesuai.

Kekasih …

Gitarmu masih tertinggal disini, disampingku,

Dengarkanlah suaraku,

Tak lembut, tapi mampu melanjutkan sebait yang terpenggal kemarin.




Selengkapnya...