Kemarin kemana saja kamu?
Hadir sebentar seperti mengantarkan aku pada sebuah jurang yang dalam.
Aku juga tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi,
Saat ini aku benar-benar bias merasakan betapa akan sakit melihatmu pergi.
Aku butuh kamu yang nyata, hadir bersamaku sekarang,
Aku tak menutup diri darimu,
Aku seorang wanita yang punya alasan,
Aku seorang hati yang terlanjur jatuh cinta,
Aku sebuah perasaan yang bias berfikir apapun tentangmu, tentang yang tidak kau tahu, tentang yang tidak kau hiraukan,
Aku sebuah harapan yang bias bangkit dari bahasamu yang menjelma kekuatan,
Aku takut kamu tidak sejalan dengan bahasa itu,
Aku benar-benar takut bila harus kehilangan sekarang.
Malam ini hatiku sepi berfikir tentangmu,
Hatiku menangis menanti balasanmu,
Tulang-tulangku seperti tak sepihak karena hanya pikirkanmu,
Dan egois mengasah hati menjadi tajam dan berani, katakU.
20.22, tempatku sunyi,
berharap dating cahaya yang mengajakkau
06:20, 19/10/2009
Selengkapnya...
Teteh Titiem Si May
Tanpa bahasa mataku mempelajari kebersamaanmu,
Sedetik, setangkai tunas harapan agar kau tahu
sungguhpun bunga itu akan mekar Nan layu juga.
Bersaing mendapatkan tambatan di pucuk jiwamu agar mengerti aku,
Agar mengerti rasa seorang wanita
Yang membuat keringat seperti kristalisasi dingin dan cair
saat mataku bertemu.
Mereka tertawa, berseru seperti sebuah dukungan nan tampak malu-malu,
Tak peduli lagi kristalisasi mengalir rata, bahkan disebagian telapak tangan,
Sampai aku tertunduk.
12:45, 21 Oktober 2009
Selengkapnya...
Teteh Titiem Si May
Berasa dah lama banged gak maen di Blogspot, jadi kangen ma sahabat-sahabat neyy. waktu pertama kali buka blog, ehh dah banyak yang berkunjungan.Huft jadi sedih banged cz gak pernah kasi kunjungan balik. Akhirnya hari neh dipuas-puasin tuk berkunjung.
Dibulan yang suci ini Tete mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa ya Shobat, semoga amal ibadah kita senantiasa diterima disisinya amien. Dan semoga Di bulan Ramadhan ini kita selalu dalam lindungannya dan Tete juga minta maaf buat sahabat-sahabat semua kalau selama ini Tete punya salah baik yang disengaja ataupun gak sengaja.
Selengkapnya...
Teteh Titiem Si May
Dipucuk kegamangan itu kudapati kenangan,
Gelap dan keras, tak terkira dia permata.
Permata hitam menjelma kupu-kupu,
Berlari mengitari tepian hati,
Berputar-putar diantara pusaran kelembutan,
Sangat lembut dan lambat.
Hanya seperempat waktu saja,
Selebihnya terpotong malu yang tiba-tiba hadir dan menguatkan.
Tak ada yang pernah tahu tentang itu,
Indah meski tak bercayaha, tapi dia tetaplah permata. Selengkapnya...







