Teteh Titiem Si May

Separuh terik menggigit kulit, mereka bersama “katanya terpaksa”

Sampai malam katanya masih terpaksa.


Setelah ada ikrar,

Setelah ada kejujuran yang pahit,

Setelah hancur dan terbuang.


Perempuan ini menangis diantara kepulan asap rokok, katanya solusi.

Perempuan itu tahu batas, hanya tak terlalu kenal siapa dia.

Mengikuti bahasa merayu, kami tetap ingatkan.


Perempuan itu saling berteriak menuntut keadilan,

Saling menjatuhkan, menyakiti.

Setelah ada ikrar,

Setelah terbuang dan hancur,

Perempuan itu sadar, dia bermain dengan janji dengan kepercayaan.


Perempuan itu kembali menangis dibalik kepulan asap keegoisan yang rapuh.

Perempuan itu tak bersalah, dia tak kenal siapa dia….

20122009 “dari hati mereka”

4 Responses
  1. JanuskieZ Says:

    Hi... Looking ways to market your blog? try this: http://bit.ly/instantvisitors


  2. anak nelayan Says:

    comment dulu,baru baca..hehehe


  3. teteh Says:

    januskiez : hehehe

    anak nelayan :makacii udah mampir boz


  4. Nurhasim Says:

    alamat iki seng di download
    http://www.4shared.com/document/HQQttDKo/MANFAAT_BELUT_BAGI_KESEHATAN.html


Posting Komentar