Teteh Titiem Si May

Tanpa bahasa mataku mempelajari kebersamaanmu,
Sedetik, setangkai tunas harapan agar kau tahu
sungguhpun bunga itu akan mekar Nan layu juga.

Bersaing mendapatkan tambatan di pucuk jiwamu agar mengerti aku,
Agar mengerti rasa seorang wanita
Yang membuat keringat seperti kristalisasi dingin dan cair
saat mataku bertemu.

Mereka tertawa, berseru seperti sebuah dukungan nan tampak malu-malu,
Tak peduli lagi kristalisasi mengalir rata, bahkan disebagian telapak tangan,
Sampai aku tertunduk.

12:45, 21 Oktober 2009

Label: | edit post